Pengendalian pabrik berbasis bukti
Perawatan dan suku cadang kritis
Tim harus merencanakan pekerjaan, inspeksi, dan suku cadang menurut tingkat kritis, kondisi, serta dampaknya pada produksi. Keputusan memakai batas yang disetujui, kondisi yang diamati, dan rekaman tertelusur, bukan satu angka nominal.
Masukan pembeli atau pabrik
Informasi yang diperlukan untuk keputusan
- Dasar yang disetujui untuk tugas perawatan
- Kondisi nyata peralatan dan utilitas
- Produk, lot, dan giliran yang berlaku
- Penanggung jawab dan rekaman yang tersedia
Tujuan operasi
Hasil yang harus dicapai saat selesai
Menetapkan penanggung jawab, metode, kriteria, dan wewenang untuk tugas perawatan.
Pengendalian yang diperlukan
Mengubah tujuan menjadi pekerjaan terkendali
- 01
Melakukan pemeriksaan terdokumentasi atas tugas perawatan.
- 02
Membandingkan kondisi nyata dengan kriteria disetujui.
- 03
Mencatat penyimpangan, penahanan, dan tindakan.
- 04
Menaikkan risiko sebelum pelepasan atau perpindahan tahap.
Bukti yang perlu dikumpulkan
Rekaman yang memungkinkan peninjauan
- Rencana kerja, perintah kerja selesai, temuan inspeksi, komponen terpakai, dan verifikasi setelah perbaikan
- Hasil bertanggal yang terkait dengan lot
- Persetujuan dari orang yang berwenang
Pola kegagalan yang umum
Jangan menganggap pola sebagai penyebab yang sudah dikonfirmasi
1Keputusan tentang tugas perawatan tanpa data yang mewakili
2Korelasi dianggap sebagai penyebab terkonfirmasi
3Tindakan ditutup tanpa verifikasi efektivitas
Kriteria penyelesaian
Bukti bahwa tahap dapat dilanjutkan
- Status tugas perawatan dibuktikan dengan rekaman
- Butir terbuka memiliki pemilik dan tenggat
- Keputusan berikutnya diberi izin resmi
Pertanyaan dari tim operasi
Pertanyaan dari tim operasi
Kapan pemeriksaan tugas perawatan harus diulang?
Sesudah perubahan penting atau saat rekaman menyimpang dari dasar yang disetujui.
Apakah panduan menjamin hasil tugas perawatan?
Tidak. Produk, peralatan, lokasi, dan kesepakatan teknis menentukan kondisi akhir.
Terakhir diperbarui